SPBU 24.373.74 Waskita Karya Lebih Mementingkan Pelangsir Daripada Kendaran Umum

Nasional140 views

BUANAMETRO.COM, – MERANGIN, – SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dibeberapa wilayah Kabupaten Merangin, terutama SPBU 24.373.74 yang berada di jalan Waskita Karya meresahkan para pengendara, hal tersebut terbukti ketika tim awak media turun langsung ke lapangan berjam jam untuk memantau Pengoperasian SPBU tersebut, pada hari Sabtu (30/04/2022).

Pasalnya banyak terlihat antrian pengisian mobil dan motor modifikasi para pelansir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite mengular hingga berulang-ulang keluar masuk SPBU yang di isi, hal ini sangat meresahkan warga terutama bagi pengendara yang akan mengisi BBMnya.

Saat ini antrian panjang pengisian jerigen membuat sejumlah warga yang hendak mengisi BBM di sekitarnya resah, namun ternyata tidak membuat oknum pelangsir BBM kehabisan akal membeli bbm di SPBU tersebut.

Modus yang digunakan para pelangsir BBM mulai beralih menggunakan kendaraan, baik kendaraan roda dua dan roda empat.

Bahkan, sebagian besar kendaraan yang digunakan untuk membeli BBM jenis Peetalite tersebut ada dugaan Tangkinya sudah dimodifikasi, agar dapat membeli pertalite dengan jumlah besar namun harga tetap standar.

Masih ditempat yang sama, salah satu masyarakat sekitar dimintai keteranganya, “kami masyarakat seputaran SPBU cukup kecewa dengan pemilik SPBU tersebut karna banyaknya Aksi pelansir BBM jenis pertalite ini menyebabkan kami masyarakat umum tak mendapat kesempatan membeli BBM jenis Pertalite. Pasalnya, sebelum pasokan Peetalite tersedia di SPBU antrian pengendara pelangsir yang diduga sudah mengantri di belakang SPBU, pelansir ini sudah menjalar hingga keluar SPBU,” ungkap Yn(inisial) yang tidak mau disebutkan namanya.

Meski telah mengganggu antrean kendaraan lain yang akan melakukan pengisian BBM, anehnya para pelangsir tersebut justru diberikan layanan lebih dulu oleh petugas SPBU.  Warga menduga, pelangsir BBM di daerah itu mendapat pelayanan khusus dari petugas SPBU karena membayar lebih.

Aksi pelangsir terlihat semakin bebas lantaran tidak adanya upaya penertiban oleh aparat berwenang di daerah itu.

“Kami berharap aksi pelangsir tersebut segera ditertibkan. Sebab, keberadaannya sangat mengganggu kenyamanan orang banyak,” ujar salah seorang warga. Selain mengganggu masyarakat yang akan melakukan pengisian BBM, keberadaan pelangsir secara langsung juga telah memicu stok di SPBU cepat habis. “Tidak menutup kemungkinan, dalam sehari bisa mencapai ribuan liter BBM yang dilangsir. Karena mereka menggunakan mobil untuk mengangkut BBM hasil langsirannya itu,” katanya

Berkaitan dengan hal tersebut mengapa pihak kepolisian dalam hal ini polres Merangin hanya tutup mata,padahal ini sudah melanggar aturan penjualan minyak BBM.

Pihak penegak hukum Polres Merangin dan terkhusunya Polsek Bangko agar dapat mengawal pendistribusian ketersediaan BBM sesuai MOU antara Kapolri, Mendagri dan Pertamina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *